Al Ma

Postend

152 x 152 cm
Printed on Canvas with Frame
2011

Al Ma

Posttomultiply

152 x 152 cm
Printed on Canvas with Frame
2011

Al Ma

Posttopose

152 x 152 cm
Printed on Canvas with Frame
2011

Al Ma

Twinborn

152 x 212 cm
Printed on Canvas with Frame
2011

Al Ma

Twinburn

212 x 152 cm
Printed on Canvas with Frame
2011

Aries Santhana

Book Worm

120 x 180 cm
Printed on Acrylic
2011

Aries Santhana

Discollective 1

90 x 90 cm
Printed on Acrylic
2011

Aries Santhana

Discollective 2

90 x 90 cm
Printed on Acrylic
2011

Aries Santhana

Discollective 3

90 x 90 cm
Printed on Acrylic
2011

Aries Santhana

Feeling Blue

120 x 180 cm
Printed on Acrylic
2011

Aries Santhana

Vacant

120 x 180 cm
Printed on Acrylic
2011

DP Arsa

Foto di Instalasi TV 3

DP Arsa

Foto Instalasi 30

DP Arsa

My Own TV 5

120 x 180 cm
Sticker on Almuninium Solid Metal Plate
2011

DP Arsa

My Own TV 12

120 x 180 cm
Sticker on Almuninium Solid Metal Plate
2011

DP Arsa

My Unperfect TV

120 x 180 cm
Sticker on Almuninium Solid Metal Plate
2011

DP Arsa

OkeARs 054

DP Arsa

OkeARs 056

Indra Widi

Apple Talk 1

220 x 220 cm
Printed Photo Paper Based on Aluminium
2010

Indra Widi

Collective 9

7000 x 7000 cm
Print Based on Aluminium
2010

Indra Widi

Metal Transcendental Meditation

220 x 220 cm
Printed Photo Paper Based on Aluminium
2010

Indra Widi

Tamengsportation

220 x 220 cm
Printed Photo Paper Based on Aluminium
2010

Komang Totok Parwata

Body Part 1

125 x 145 cm
Printed on Gel Medium Acrylic, Glitter, Acrylic Phosphor on Canvas
2011

Komang Totok Parwata

Body Part 2

125 x 187.5 cm
Printed on Gel Medium Acrylic, Glitter, Pearl White Acrylic on Canvas
2011

Komang Totok Parwata

Body Part 3

125 x 187.5 cm
Printed on Gel Medium Acrylic, Glitter, Pearl White Acrylic on Canvas
2011

Komang Totok Parwata

Body Part 4

187.5 x 125 cm
Printed on Gel Medium Acrylic, Glitter, Pearl White Acrylic on Canvas
2011

Komang Totok Parwata

Body Part 5

125 x 187.5 cm
Printed on Gel Medium Acrylic, Glitter, Pearl White Acrylic on Canvas
2011

Komang Totok Parwata

Body Part 6

80 x 160 cm
Printed on Gel Medium Acrylic, Glitter, Pearl White Acrylic on Canvas
2011

Komang Totok Parwata

Collective 4

80 x 120 cm
Printed on Gel Medium Acrylic, Glitter, Pearl White Acrylic on Canvas
2011

Patrick Lumbanraja

It Is Well with My Soul

318 x 120 cm
Printed on Canvas
2010

Patrick Lumbanraja

Sunday on the Beach 1

162 x 122 cm
Printed on Aluminium
2011

Patrick Lumbanraja

Sunday on the Beach 2

162 x 122 cm
Printed on Aluminium
2011

Patrick Lumbanraja

Sunday on the Beach 3

162 x 122 cm
Printed on Aluminium
2011

Yan Palapa

Avoid the Ripple

120 x 180 cm
Printed on Layer of Glasses with Glow in the Dark
2011

Yan Palapa

Back to the Ripple

120 x 180 cm
Printed on Layer of Glasses with Glow in the Dark
2011

Yan Palapa

Between the Ripple

120 x 180 cm
Printed on Layer of Glasses with Glow in the Dark
2011

Yan Palapa

Distortion from the Ripple

120 x 180 cm
Printed on Layer of Glasses with Glow in the Dark
2011

Yan Palapa

Red in the Ripple

120 x 180 cm
Printed on Layer of Glasses with Glow in the Dark
2011

Yan Palapa

Sranded Mermaid

Yan Palapa

The Ripple Maker

120 x 180 cm
Printed on Layer of Glasses with Glow in the Dark
2011

Yan Palapa

Under the Ripple

120 x 180 cm
Printed on Layer of Glasses with Glow in the Dark
2011

← back to Past Exhibitions Visual Art Exhibition

HypomaniCam (2011)

Curator & Article by Arif Bagus Prasetyo

HypomaniCam presents a series of artworks based on photography. Under the banner of Lingkar Community, seven young professional photographers (Indra Widi, Komang 'Totok' Parwata, Yan Palapa, DP Arsa, Aries Santhana, Patrick Lumbanraja, Al Ma) work to redefine the conventions of photography, and transcend the boundaries of the art of photography as well as the domain of the profession of photographer. They explore various ideas, techniques, and material to expand and enrich the aesthetic vocabulary of photography as a medium of expression in the field of contemporary art. The exhibition brings forward photographic works in various modes of presence and presentation, two-dimensional as well as three-dimensional, including installation. HypomaniCam proclaims a new movement in Bali to establish the power of photography as a significant creative basis in the development of visual art today.

HypomaniCam menampilkan serangkaian karya seni rupa berbasis fotografi. Tujuh fotografer muda profesional anggota Lingkar Community (Indra Widi, Komang 'Totok' Parwata, Yan Palapa, DP Arsa, Aries Santhana, Patrick Lumbanraja, Al Ma) berkreasi dengan mendefinisikan-ulang konvensi fotografi, menerobos pakem seni fotografi, dan sekaligus melampaui ranah profesi fotografer. Mereka menjelajahi beragam gagasan, teknik maupun material guna memperluas dan memperkaya khazanah estetika fotografi sebagai medium ekspresi seni rupa kontemporer. Karya fotografi dihadirkan dalam berbagai kemungkinan format 'burn the frame', aneka bentuk penggarapan dan penyajian, dwimatra maupun trimatra, termasuk instalasi. HypomaniCam mengumandangkan bahwa di Bali telah dimulai sebuah gerakan 'penegasan' kemampuan fotografi sebagai dasar berkreasi yang penting dalam perkembangan seni rupa masa kini.

PROFIL LINGKAR COMMUNITY

Berawal pada bulan Juni 2010, di emperan ruko, di sebuah warung untuk nongkrong di pinggiran Jalan Sudirman, Denpasar, tepatnya Waroong Obey, sebelah Kampus LP3i, kami datang untuk menikmati konser musik yang diadakan dengan semangat kebersamaan dan spontanitas sekumpulan pecinta musik. Kami datang hanya berbekal keyakinan untuk mempererat tali perkawanan dan juga menambah teman baru sambil menikmati secangkir kopi panas sajian ala Waroong Obey. Kami berkumpul secara spontan saja, sembari bertukar informasi apapun seputar seni dan budaya: fotografi, video/film, teater, musik, desain, sub-culture, hingga sejarah Kerajaan Majapahit. Semua begitu sederhana dan menyenangkan karena kami bisa sejenak melupakan aktivitas keseharian kami.

Sebuah identitas bernama 'Komunitas Lingkar' atau 'Lingkar Community', atau lebih singkatnya disebut 'Lingkar', dicetuskan ketika kami melihat potensi spontanitas dan kebersamaan dalam wacana seni-budaya yang sama. Nama 'Lingkar' bermakna wadah, ruang, dan sarana untuk menjembatani para pelaku seni di Bali. Sebuah wadah untuk tempat ngumpul, kongkow, ruang untuk eksplorasi seni, dan sarana bertukar informasi apapun, adalah bekal dan dasar Komunitas Lingkar untuk saling berkomunikasi. Dari manapun kami berasal, selalu saja ada ruang terbuka untuk bisa mengatasnamakan seni-budaya dari Bali, baik yang bermuatan tradisional ataupun modern.

'Lingkar' yang mengambil filosofi dan makna lingkaran itu sendiri sudah 'terlalu tua' untuk dijabarkan kembali, namun kami pergunakan untuk menjadi sebuah 'jembatan' antar-individu ataupun antar-kelompok seni. Kami berharap suatu saat jembatan ini akan dilalui untuk dijadikan barometer arti eksistensi kebersamaan dan eksplorasi dalam seni dan budaya di Bali. Untuk menjadi barometer itulah Lingkar harus mempunyai sebuah 'titik temu' dari banyak kepentingan, untuk lebih bisa mendefinisikan seperti apa seni dan budaya Bali dieksplorasi secara modern, tanpa meninggalkan tradisi yang sudah turun-menurun sejak berabad yang lampau.

Lingkaran-lingkaran energi seni dan budaya, baik berasal dari individu ataupun kelompok, yang diharapkan tidak pernah mati inilah yang kami pergunakan dalam proses mewujudkan ruang terbuka untuk pelaku seni dari Bali. Dari sini, setidaknya Lingkar Community/Komunitas Lingkar/Lingkar terus mengusahakan pergerakan eksistensi dan eksplorasi seni dan budaya dari Bali, sehingga karya-karya kami kelak mampu menjadi referensi yang bisa dipergunakan bersama.

Kurator : Arif Bagus Prasetyo